Mengantisipasi Kegagalan UN

Minggu, 13 Februari 2011

CARA "PUTUS" DENGAN PACAR SECARA BAIK DAN BENAR

Tulisan ini merupakan masukan untuk membantu ananda menghilangkan tali cinta sepasang kekasih, baik dengan cara yang baik-baik maupun cara yang kasar. Sebaiknya ananda pikir-pikir lagi sebelum memutuskan untuk putus cinta dengan pacar, karena mungkin anda akan menyesal di kemudian hari. Pacar kita pun mungkin bisa sakit hati, sakit fisik, stres, depresi, dendam, dsb kalau kita salah cara mengakhirinya.
Emosi sesaat, pacar melakukan kesalahan kecil, pacar sudah tidak cakep lagi, pacar tidak tajir, dan lain-lain merupakan contoh masalah yang tidak perlu sampai putus. Diperlukan kepala dingin, jiwa mengalah, sabar, ketenangan batin dan kebesaran hati untuk menjaga hubungan cinta yang sudah terjalin.
Intinya, janganlah jadian dengan cowok kalau kita tidak suka sekali pada dia. Hindari pacaran ketika masih sekolah untuk menghindari sakit hati, cinta monyet, masa depan berantakan, married by accident (Menikah hamil duluan), menguras waktu tenaga pikiran materi, dan lain-lain. Carilah cinta sejati kita ketika kita telah siap/mapan walaupun harus merebut pacar orang yang hanya cinta monyet.
Penting : Pelajari dulu kejiwaan pacar yang mau diputuskan cintanya, apakah ia akan mampu menerima keputusan putus cinta tersebut atau tidak.
Tips Cara/Metode Mutusin Pacar.
1. Bilang baik-baik bahwa sudah tidak ada cinta lagi dan ingin menjadi teman saja. Tapi jangan buat doi patah hati dan stress, tapi buatlah situasi yang dia dapat menerimanya dengan senang hati.
2. Ingin serius sekolah terlebih dahulu dengan break sementara (putus sementara). Nanti kalau sudah beres bisa diputuskan kembali apakah akan lanjut pacaran atau putus.
3. Diomeli orang tua kita tidak boleh pacaran.
4. Ada aturan sekolah bahwa selama masih menjadi pelajar SMP Negeri 1 Ambal tidak boleh pacaran.
5. Berubah menjadi orang yang kasar, tempramental, mau menang sendiri dan senang melakukan tindak tidak terpuji yang tidak disukai dengan harapan agar sidoi ilfil.
6. Ngaku sudah dijodohin orang tua dan baru tahu dijidohin setelah ketahuan pacaran sama doi.
7. Minta tolong sama teman lawan jenis yang ganteng, pintar, dll untuk bohong bahwa dia adalah pacar kita sebelum dia dan belum putus. Minta kawan kita untuk bicara baik-baik agar doi mulai mencari pengganti kita.
Kalau beragam cara sudah dilakukan tetapi dia tetap setia dan cinta mati sama kita berarti dia patut diperhitungkan karena jarang ada yang seperti itu. Pikirkan lagi masak-masak karena kita bisa menyesal kemudian kalau kita meninggalkan dia. Dan yang terakhir serahkan dan tawakal kepada Allah SWT. Dengan Shalat Sunat Istikharah. Insyya Alloh segala keraguan akan di beri kepastian oleh Alloh SWT.
Perhatian : Pacaran yang penuh aktivitas maksiat tidak diperbolehkan agama. Pacaran yang bertujuan untuk lebih mengenal calon pasangan seumur hidup kita serta keluarganya boleh-boleh saja asal jangan macam-macam dan kebablasan.
Saran Bikonseling Sepenza Ambal : Pacaran lebih baik dihindari dulu apalagi sudah menjelang Ujian Nasional yang butuh konsentrasi ekstra.
Mudah-mudahan bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar